Jum’at, 15 Juli 2022, Ibu-ibu PKK Desa Tapenpah kembali menggelar perlombaan masakan non beras antar Rw. Kegiatan perlombaan ini merupakan program rutin PKK Desa Tapenpah setiap tahun.
Kegiatan dimulai tepat Jam 16.00 sore, di Lopo Literasi Desa Tapenpah. Peserta yang terlibat dalam perlombaan ada 4 RW yakni RW 1, (Noenebu) RW 2 (Ena-Netefoko), RW 3 (Oemofa), dan RW 4 (Petu).
Tampil dengan busana adat mabuna yang merupakan seragam PKK Desa Tapenpah, para jubir dari masing-masing peserta lomba dengan penuh keyakinan dan percaya diri menjelaskan sajian makanan yang dilombakan kepada Tim Juri.
Sajian makanannya pun bervariasi. Semua bahan yang digunakan juga berasal dari bahan-bahan lokal milik warga Desa Tapenpah seperti, Singkong, batang pisang, daun merungga, jagung, buah papaya, kelapa dan tanaman lokal lainnya.
Hadir dalam kegiatan dimaksud Camat Insana, bersama staf kecamatan Insana, Ibu Ketua Tim Penggerak Kecamatan Insana, Penjabat Desa Nansean, Bidan Desa dan perwakilan Puskesmas Oelelok.
Kegiatan perlombaan berjalan dengan baik sesuai perencanaan. Yang bertindak sebagai juri dalam kegiatan lomba adalah Ibu Ketua Tim Pengerak Kecamatan Insana, Ny.Bernadetha Tabesi Rafu, Ny. Gaudensiana Kune (Pengurus PKK Kecamatan Insana), Ny, Elvira Seran (Perwakilan bagian Gisi di Puskesmas Oelolok).
Dalam arahannya sebelum memeberikan penilaiaan kepada peserta lomba, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan Ny. Bernadetha Tabesi Rafu, menyampaikan beberapa kriteria penilaian terhadap kegiatan lomba ini.
“ Yang kita mau tekankan dalam lomba masakan non beras ini bukan hanya sekedar kita rame-rame, bukan sekedar kita mau datang ikut lomba untuk dapat juara tetapi kita mau menekankan bahwa dengan adanya lomba ini, masakan ini juga harus diterapkan dalam kehidupan setiap hari di dalam rumah tangga. Sehingga kita tidak lagi membeli makanan-makanan instan untuk memberi makan anak-anak kita. Kriteria lomba yang pertama adalah saya membutuhkan kreativitas atau inovasi penciptaan resep baru. Kita ibu-ibu harus berkreasi dengan apa yang ada di sekitar lingkungan kita. Yang Kedua itu adalah hidangan lengkap yang terdiri dari hidangan pembuka, hidangan utama dan hidangan penutup, dalam satu kali hidangan keluarga, Yang ketiga cara penyajian, dan yang paling penting dari itu semua adalah nilai gisi, dan penggunaan anggaran itu tidak boleh lebih dari 100 ribu rupiah dalam satu kali makan.” Kegiatan ditutup dengan penilaian oleh Tim Juri dan makan bersama.