Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Timor Tengah Utara melaksanakan program pelestarian sumber mata air guna mengatasi krisisnya sumber mata air (Senin, 21 Mei 2023). Tahun ini, dari 200 desa yang ada di kabupaten TTU, Desa Tapenpah dipilih untuk menjadi landasan program pelestarian sumber mata air. Pemerintah Desa Tapenpah memilih 2 kelompok tani yang ada di desa , Kelompok Tole dan Melati untuk bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup guna melancarkan program kerja yang ada dalam mengatasi krisis sumber air. Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup TTU menjalankan program yang ada untuk 4 sumber mata air yang ada di Desa Tapenpah yang dipilih dari hasil rembuk bersama kedua kelompok yang dipilih. Dari hasil rembuk bersama kedua kelompok yang ada dipilih 4 sumber mata air yaitu ‘’oe atoes dan oe matfanu" yang menanganinya kelompok melati, kemudian ‘’ teutbesi dan biluna ‘’ itu ditangani oleh kelompok tole.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kab. TTU dalam arahannya mengharapakan untuk setiap sumber air yang dipilih adalah benar sumber air yang merupakan kepentingan bersama dan bebas dari ikatan adat,suku maupun aset pribadi seseorang.
Adapula tahapan program yang akan dilaksanakan ialah dimulai dari pembibitan, dimana pada tahapan ini Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup membiayai kedua kelompok tersebut untuk mencari bibit sesuai juknis yang dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup yakni mahoni sebanyak 78 pohon, bibit jambu air sebanyak 79 pohon dan juga setiap kelompok diminta untuk berswadaya sebesar 25 persen dari juknis yang ada dengan total keseluruhan anakan bibit tanaman setiap sumber mata air adalah sebanyak 200 pohon. Tujuan dari swadaya ini agar mengantisipasi jika ada tanaman bibit yang mati.
Lalu pada tahapan berikutnya adalah tahapan pembersihan lokasi tanam sekitar area sumber mata air, dimana maksud dari tahapan ini agar tanaman terbebas dari gulma tanaman, dan juga pada tahapan ini Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup membiayai untuk setiap sumber mata air sebesar Rp. 500.000 .
Kemudian pada tahapan selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran lubang untuk setiap tanaman , lebar 40 cm dan kedalaman lubang 40 cm. Pada tahapan ini juga Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup membiayai dengan harga setiap lubangnya itu sebesar Rp. 1.000, .
Dan tahapan terakhir adalah tahapan penanaman bibit, dimana setiap tamanan bibit yang ditanam dibiayai pemerintah dengan harga Rp. 1.000.
Total anggaran untuk setiap sumber air yang ada di Desa Tapenpah sebesar Rp. 2.175.000 dengan dibuatkannya papan nama pada setiap sumber air, yang didalamnya termuat nama sumber mata air, nama kelompok penanggung jawab, nama jenis tanaman dan juga besaran anggaran.
Kegiatan program ini berkelanjutan sampai dengan tahun 2025. Dimana Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup akan mendampingi kedua kelompok yang dipilih dan dipercayai untuk menjaga kelestarian 4 sumber mata air tersebut.