Sabtu, 24 Februari 2024, sejumlah siswa kelas 12 SMAK Fides Quaerens Intelektum melaksanakan studi lapangan di ekowisata Desa Tapenpah. Kedatangan mereka didampingi oleh tiga orang guru yakni Bapak Matias Subani, M.Pd, Bapak Wandelinus Manikin, S.Fil, Gr dan Bapak Maximus Kalau S.Pd. Studi lapangan ini sebagai wujud dari aktualisasi atau pratek dari pelajaran sosiologi. Praktek ini mereka akronimkan dengan istilah SOSMAMAT (Sosiologi Mengamati Masyarakat).
Kenapa Sosmamat ? menurut Bapak Wandelinus Manikin, S.Fil, Gr selaku guru pengasuh Sosiologi, bahwa “sosmamat” dalam bahasa dawan/otony meto artinya membeli sirih pinang. Sirih pinang itu sendiri bagi atoni meto merupakan simbol penghormatan, penghargaan kepada seseorang yang datang dan juga mengandung makna saling menerima satu terhadap yang lain. Istilah yang lasim dipakai adalah oko mama. Dalam ilmu sosiologi praktek-praktek kebudayaan seperti inilah yang menjadi kajian utama ilmunya. Maka dilahirkannya inovasi sosmamat ini agar siswa-siswi saya tidak saja belajar teori tetapi langsung mengalami kondisi riil yang ada di tengah masyarakat. Itulah sebabnya kenapa hari ini kami datang ke Desa Tapenpah untuk bisa belajar mengawinkan antara teori dan praktek.
Andreas Naimema salah satu siswa yang hadir pun menyampaikan maksud dan tujuan mereka berada di desa Tapenpah “Kami ke sini untuk melakukan studi pembelajaran, kami merasa bahwa pembelajaran di dalam kelas kurang bagi kami, sehingga kami harus terjun langsung ke lapangan untuk mengamati seberapa pentingnya teori yang kami dapat dan yang harus kami dapatkan di lapangan. Observasi kami atau pengamatan kami di lapangan kami namakan sosmamat, sosmamat ini sebagai orang dawan kita ketahui adalah membeli sirih pinang, tetapi dalam kacamata kami sebagai siswa kami pandang itu sebagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu sangat penting bagi kami untuk mempelajari secara langsung teori yang kami dapat dalam kelas yang kami wujudnyatakan lewat keseharian masyarakat.”
Kepala Desa Tapenpah bersama perangkat menyambut baik kehadiran siswa/I SMAK Fides Quaerens Intelektum di ekowisata Desa Tapenpah. “Mewakili seluruh masyarakat Desa Tapenpah saya mengucapkan selamat datang “welcome” di Desa kami, semoga ada hal baik yang dapat adik-adik petik dari pengalaman hari ini di desa kami, dan juga sebaliknya ada hal baru yang mungkin belum kami alami bisa adik-adik lengkapi. Intinya hari ini kita bisa berbagi satu terhadap yang lain”. Demikian kata Kepala Desa Tapenpah Thomy Sikone menyambut kedatangan siswa-siswi SMA K Fides Kefamenanu.
Di Kesempatan lain, Bapak Matias Subani, S.Pd sebagai pimpinan rombongan mengatakan bahwa hari ini adalah sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa berkunjung di ekowisata Desa Tapenpah. Kunjungan kami ini tentu dalam rangka mengawinkan antara yang abstraksi dan yang empirik. Bahwa anatara empirik dan yang abstraksi ada korelasi yang selalu berjalan bersama demi sebuah kepentingan masa depan yakni ilmu pengetahuan.
Setelah ceremony penerimaan dilanjutkan dengan kegiatan wawancara beberapa tokoh masyarakat, pengamatan di beberapa rumah adat di desa Tapenpah, mengunjungi perpustakaan desa, dan diakhiri dengan santap siang bersama.